Piala Dunia 2014 – Kenangan Pahit Arjen Robben bersama Snijder

Piala Dunia 2014 – Kenangan yang pahit di alami oleh Timnas Belanda, Arjen Robben dan Wesley Sneijder tak akan pernah melupakan kenangan pahit yang pernah di alami kedua pemain tersebut, di mana kalanya Belanda harus mengakui kekuatan Spanyol pada Piala Dunia 2010, Belanda yang bertemu dengan Spanyol di Final pada Piala Dunai 2010 dan Spanyol menang dengan score sangat tipis, 1-0.

Bagaimana tidak mengenang kejadian tersebut, Trofi Piala Dunia sudah di depan mata akan tetapi Arjen Robben dan Snijder harus mengakui kekuatan Spanyol, melewatkan momen emas memang sangat menyakitkan sekali apa lagi kalah pada laga Final untuk menjadi juara.

Robben ketika itu mempunyai peluang untuk menciptakan gol, Robben yang memiliki peluang emas berhadapan satu lawan satu dengan penjaga gawang Spanyol Iker Cassilas, akan tetapi upaya Robben untuk menciptakan gol masih belum terciptakan lantaran masih bisa di tepis oleh penjaga gawang Iker Cassilas, masuknya menit ke 116 tambahan waktu, pemain Spanyol Andrea Iniesta tidak menyia-nyiakan pelaung emas yang dimiliki tersebut, Andrea Iniesta yang mendapatkan peluang emas tersebut langsung membuahkan hasil, Iniesta dapat menjebol gawang Belanda.

Hal itu juga dirasakan sampai saat ini oleh Sneijder maupun Robben. Bagi penggawa Galatasaray itu,  kegagalan memenangkan Piala Dunia di tahun 2010 merupakan kekecewaaan terbesar dalam kariernya.

“Final melawan Spanyol merupakan kekecewaan terbesar dalam karier saya. Saya harus melewati trofi, namun tak mampu menahannya (kekecewaan). Kami sudah sangat dekat dan bola bergulir masuk empat menit tepat sebelum pertandingan,” ucap Sneijder kepada Der Telegraaf, Rabu (11/6/2014).

Pun sama dengan Robben yang juga harus mengenang momen saat ia melewatkan kesempatan emas untuk memenangkan trofi ber-prestige tinggi itu untuk kali pertamanya bagi The Flying Dutchman.

“Kekecewaan merupakan bagian karier dari olahraga lelaki. Saya akan selalu mengingat momen kegagalan saya menciptakan gol. Kami sudah sangat dekat untuk memenangkan turnamen. Saya akan selalu sakit karenanya. Namun itu telah terjadi dan kami tak dapat melakukan apapun,” tambah Robben.Piala Dunia 2014