Judi Bola Online – Ribery : Piala Dunia Terakhir Bersama Francis

Judi Bola Online – Pemain Francis, Franck Ribery mengatakan Piala Dunia 2014 di Brasil ialah pertarungan terakhirnya bersama Timnas Francis, meskipun demikian, Franck Ribery tetap membuka pintu untuk berpastisipasi untuk Piala Eropa 2016.

“Ini akan menjadi Piala Dunia terakhir saya,” ujar Ribery, Rabu (21/5/2014), kepada radio RTL.

Dengan begitu franck Ribery tetap bisa bermain walaupun ini merupakan laga terakhirnya bersama Francis, akan tetapi Ribery masih bisa tetap bermain untuk membela Timnas Francis.

 Menaksir peluang-peluangnya untuk meninggalkan panggung Piala Dunia dengan raihan prestasi di Brasil, pemain yang pernah membuat kontroversi pada Piala Dunia Jerman 2006 ini mengatakan, “Kami pergi ke sana untuk mencapai sesuatu, untuk berusaha memenangi Piala Dunia, sesederhana itu.”

Franck Ribery sendiri juga merupakan salah satu pemain Bintang Francis yang telah berhasil mencetak karier yang cukup bagus untuk Timnas mau pun di klub yang di belanya untuk saat ini, pada tahun 2006 Franck Ribery membantu Francis masuk ke final, akan tetapi hasilnya sangat di sayangkan sekali Francis harus mengakui kekuatan Italia, Francis kalah dengan Italia dalam drama adu penalti, Franck Ribery pun gagal untuk merengkuhkan gelar keduanya di ajang itu setelah tahun 1998.

Masuk tahun 2010 Francis langsung tidak melewati penyisihan Grup di akibatnya Franck Ribery terlibat dalam pemogokan pemain di sesi latihan, begit banyak Kontrofersi yang di perbuat sang pemain Bintang tersebut, akan tetapi dalam kontroversi tersebut Franck Ribery juga telah menyumbangkan beberapa permainan yang bagus saat bersama Francis.

Ribery akan bergabung dengan 17 pemain skuad Piala Dunia di markas latihan Les Bleus di Clairefontaine, di luar Paris, pada Rabu malam.
Pemain berusia 31 tahun ini akan pergi ke Brasil dengan modal bagus di level klub karena mereka memenangi gelar ganda pada musim ini yakni juara Bundesliga dan DFB-Pokal, bersama Bayern.

Perancis, di bawah arahan pelatih Didier Deschamps, yang menjadi kapten negara itu saat mereka menjadi juara Piala Dunia 1998, menghuni Grup E. Mereka mengawali fase grup dengan menghadapi Honduras pada 15 Juni, sebelum melawan Swiss pada 20 Juni dan Ekuador lima hari kemudian. Judi Bola Online