Agen Judi SBOBET – Perayaan-perayaan Gol Penuh Kesan di Piala Dunia

Agen Judi SBOBET –┬áSebagai ajang pesta sepakbola terakbar, Piala Dunia bukan cuma menghadirkan aksi menarik dan gol-gol cantik. Ada pula perayaan-perayaan gol yang sanggup meninggalkan kesan tersendiri.

Menyebut perayaan-perayaan gol mana saja yang spesial atau unik di dalam sejarah Piala Dunia niscaya bisa jadi hal yang amat subjektif. Namun, beberapa perayaan gol ini setidaknya amat layak masuk di antara momen-momen yang sangat mungkin sulit dilupakan oleh mereka yang menyaksikan.

Berikut beberapa perayaan gol-gol tersebut seperti dirangkum dari sejumlah sumber

1. Marco Tardelli, Italia vs Jerman Barat, 1982

Perayaan sarat emosi dari Tardelli ini niscaya masih amat diingat yang menyaksikannya. Apalagi gol itu lahir di partai final.

Tardelli, yang saat itu bermain untuk Juventus, menjebol gawang Jerman Barat untuk membuat Italia unggul 2-0 di menit ke-69. Usai bola sepakannya dari tepi kotak penalti bersarang di dalam gawang lawan, mulailah Tardelli merayakan.

Terlihat seperti hendak menangis sewaktu-waktu, Terdelli yang diliputi kegembiraan dan kebanggaan pun berlari kencang di atas lapangan seraya berteriak penuh emosi.

L’urlo di Tardelli, atau Teriakan Tardelli. Begitulah sebutan yang kemudian disematkan untuk menamai aksi perayaan Tardelli tersebut.

2. Roger Milla, Kamerun vs sejumlah tim, 1990

Kamerun menjadi tim kejutan di Piala Dunia 1990 berkat keberhasilan mengalahkan Argentina dan Rumania di fase grup lalu sampai ke perempatfinal berkat kemenangan dan Kolombia, dan Milla adalah komandannya.

Saat gelaran itu dilangsungkan usia Milla sebenarnya sudah jauh dari ukuran ideal pesepakbola papan atas, yakni 38 tahun. Namun, ia membuktikan umur tak jadi perkara buatnya dengan mencetak total empat gol sepanjang turnamen.

Nah, sosok Milla kian mengundang perhatian karena gayanya merayakan gol: usai mengirim si kulit bundar ke dalam gawang tim lawan, ia akan berlari ke arah bendera sepak pojok lalu berjoget kecil. Total empat gol dibuat oleh Milla di Piala Dunia 1990.

3. Rashidi Yekini, Nigeria vs Bulgaria, 1994

Piala Dunia 1994 merupakan kesempatan pertama Nigeria tampil di pentas Piala Dunia. Bulgaria menjadi tim pertama yang dihadapi, dengan Yekini mencatatkan namanya sebagai pemain Nigeria pertama yang mencetak gol di Piala Dunia.

Hal itu membuat perayaan gol Yekini di menit ke-21 jadi terasa amat sarat emosi. Ia mencengkeram erat-erat jala gawang Bulgaria seperti ingin merobeknya lalu berteriak, bak hendak menumpahkan segala emosi di dalam dadanya saat itu.

Saat ini Yekini juga masih menjadi topskorer Nigeria dengan 37 gol. Pada tanggal 4 Mei 2012 lalu Yekini tutup usia pada umur 48 tahun akibat masalah kesehatan.

. Bebeto, Brasil vs Belanda, 1994

Perayaan gol dari Bebeto ini boleh jadi merupakan salah satu yang paling sering ditiru oleh pesepakbola-pesepakbola lain sampai sekarang.

Bertempat di Cotton Bowl, Dallas, dalam partai perempatfinal lawan Belanda, Bebeto memperlihatkan perayaan gol istimewanya usai mencetak gol kedua untuk Brasil.

Setelah memastikan bola masuk ke gawang Belanda, Bebeto berlari ke tepi lapangan dan memperlihatkan perayaan gol “timang-timang bayi”, ditemani Mazinho dan Romario.

Perayaan gol tersebut dilakukan Bebeto untuk meluapkan kegembiraannya mengingat dua hari sebelum pertandingan putra ketiganya, Mattheus, baru saja lahir.

5. Ahn Jung-Hwan, Korsel vs AS, 2002

Dalam sebuah pertandingan fase grup Piala Dunia 2002 yang dilangsungkan bersama Korea Selatan dengan Jepang, tuan rumah sempat tertinggal lebih dulu atas Amerika Serikat.

Barulah di menit ke-78 tandukan Ahn Jung-Hwan menggetarkan gawang AS dan membuat penonton di Daegu World Cup Stadium bersorak riang.

Pesepakbola yang saat itu bermain di Italia bersama Perugia pun merayakan gol itu dengan berlari ke arah pojok lapangan dan bergaya sedang meluncur bak seorang speed skater.

Perayaan tersebut merupakan aksi solidaritas Ahn terhadap rekan sesama atlet, sekaligus jadi seperti sindiran untuk AS, mengingat dalam perayaan Olimpiade Musim Dingin saat itu skater Korsel didiskualifikasi secara kontroversial dalam perebutan medali emas yang akhirnya direbut atlet AS.